Menyantap “Bebek Kuntilanak”

Angin yang dibumbui aroma hujan terasa agak menusuk kulit malam jumat itu. Saya dan beberapa orang teman rela menembus puluhan kilometer jalan tanpa penerangan demi untuk menyantap kuliner yang isunya sering hinggap di telinga : Bebek Kuntilanak.

Entah siapa yang menabalkan nama ini, yang pasti kuliner bertemakan bebek ini mempunyai keunikan tersendiri. Selain hanya buka dari jam setengah 9 malam sampai pagi Sejak masa konflik dulu. Ada cerita yang menarik ketika konflik Aceh berlangsung, TNI dan kombatan GAM saling makan bergantian tanpa perang. TNI datang jam 8 malam dan GAM datang setelahnya. Mereka sepertinya tahu kode untuk gencatan senjata ketika urusan perut sedang berkuasa. :D. Ketika konflik Aceh mereda, beberapa TNI yang dulunya bertugas kembali mengunjungi tempat makan ini sekadar untuk bernostalgia.

Bebek Kuntilanak aka Sie Itek Pak Nasir

Bebek Kuntilanak aka Sie Itek Pak Nasir

Di ruangan yang menyatu dengan dapur, pak Nasir, yang punya usaha ini menyambut dan menghidangkan makanan bagi tamu yang berkunjung. Setelah duduk bersila di ruangan tersebut, kami dihidangkan “sie reboih” dan “gulee sie itek”. Di samping saya ada beberapa orang satpol PP patroli malam yang begitu lahap menyantap makanan di depan. Menurut penuturan mereka, mereka setelah berpatroli malam biasanya mereka langsung mengunjungi “Bebek Kuntilanak” ini untuk mengganjal perut yang kelaparan.

suasana makan "bebek kuntilanak"

suasana makan “bebek kuntilanak”

sie itek

sie itek

sie reboih

sie reboih

Tertarik mencoba kuliner beraroma mistis ini? 😀 silakan datang ke Bebek Pak Nasir, Peukan Biluy , Aceh Besar. Hanya dengan Rp. 10.000 saja anda sudah bisa menikmati sepiring “sie reboih” atau “sie itek”.

PS : nasi putih bisa tambah, bayar tetap 10,000 rupiah saja 😀

Advertisements

mtf_hKSWK_295[1]

9.00 pm at night. The sky was starry and the quarter moon shone bit bright. I was laying on concrete-river bank staring at those space objects alone. No one was there.  I was contemplating about what i did in the past and what i will do in the future. My mind was traveling from one memory to another , considering next future plan i’m going to take. I played “yuna-tourist” to blend with atmosphere.

“I guess I’ll hang around a little while, while you here
No, I don’t feel like being somewhere else
I guess I wouldn’t mind to fall in love a little bit
Ouch, I think I fell a little more”

…….

Another Mie Aceh : Mie Bang Nie Sareng Kupi

Image

Entah kenapa dalam minggu ini saya seperti ketagihan makan mie. Berpindah-pindah menjelajah penjual mie Aceh satu ke penjual mie yang lainnya. Kali ini tempat yang saya datangi adalah Mie Sareng Kupi di Lambaro Kafe. Pertama kali saya mendengar kelezatan mie ini dari salah seorang food blogger, Zahrul Fuadi. Menurutnya mie ini terkenal dengan kepedasannya dibandingkan dengan mie yang lainnya.

Mie yang dijual di samping mesjid jami’ Lambaro ini dihargai Rp. 8000 perporsi.

Kuta Malaka Waterfall : adrenaline for beauty

Sick of beach?, try somewhere else spending your weekend with more fresh air and green view! Or you want to add some adrenaline into your vacation? Then maybe Kuta Malaka waterfall would be the nice place to go. Located in Samahani, 30km from Banda Aceh, this waterfall is quite difficult to reach. Since it’s on mountainous terrain, you need strong vehicle to conquer its terrain. Try motorbikes or car! some ppl who really love adventure try downhill biking for more adrenalin.

Image

somewhere there

Image

surrounded by range of mountains

Yesterday (12/01/14) i and my-sick of beach-friends (:D) decided to go to waterfall escaping from our city-life. It took 45 minutes from highway to reach the waterfall using motorbikes. The road was quite bad and i think it will be worse during rainy days. During trip, our eyes were served by amazing view. The still virgin forests along with mountains, small river and villager’s farms were spread in front of our eyes making random line. There are 5 small shallow river you have to cross to get to the waterfall. It’s not that deep and it can be crossed by motorbike or car. Be careful during rainy days! it will be hard to cross over.

After parking our motorbikes just inside the building (post on a hill), we had to hike about 15 mins exploring jungle in order to reach the waterfall. During the hiking, we could hear several birds tweeting around us. It was a mistake that i wore not suitable sandal for outdoor activities so made me slow in walking.

The waterfall is not just an ordinary one. It has 20 levels. You need to climb and hike to another level to get its beauty. The water is so fresh coming from source of the jungle. so i couldn’t stand not to get my self into the water. hehe.

the waterfall level 2

the waterfall level 2

mushroom colony on wood

mushroom colony on wood

Kuta Malaka waterfall is one of must-to-go places to escape from routine and city’s pollution. Feel some adrenaline running inside your body and those natural beauties surround you!

have a great vacation anyone!

PS : please remember to bring trash bag!

Salam Lestari

Pangsit Blower

Image

So 5 hari yang lalu, saya diajak oleh 2 orang teman saya untuk makan pangsit. Syukur-syukur deh ditraktirin :)). Pangsit yang beralamat di jalan singgah mata, blower, Banda Aceh ini memang sudah terkenal dari dulu. Kadang-kadang ramai dipenuhi oleh anak-anak muda atau keluarga yang ingin menikmati semangkok pangsit panas. Seporsinya dikenakan harga Rp. 10.000